Maaf, Saya Ingin Mengeluh Malam Ini
NAMA :
NUR ATIKA
NIM :
1811111120012
KELOMPOK :
NERVUS OKULOMOTOR
Dua minggu terakhir memang merupakan hari-hari yang
panjang dan melelahkan. Selelah itu sampai tidak bisa dipikirkan dan diingat
lagi. Semuanya bercampur menjadi satu dan memusingkan. Beruntung saya punya
daya tahan tubuh yang kuat, jika tidak maka bisa jadi saya akan tumbang. Sejauh
yang saya ingat, LKMM-TD yang saya jalani sama seperti biasanya. Bertemu dengan
tugas-tugas kuliah, saling mengenal satu sama lain, kemudian menumpuk di sudut
kamar sampai menunggu waktunya ditagih. Rasanya hampir tidak ada yang berubah.
Saya menjalani masa kuliah dan belajar membiasakan diri untuk menjadi seorang
mahasiswa.
Pertemuan LKMM-TD minggu lalu sangat menyebalkan
menurut saya. Ketika pemberitahuan untuk berkumpul hanya sebatas satu jam
kurang dari waktu yang ditentukan. Itupun kalau saya membuka ponsel dan
mengecek sosial media. Hal yang benar-benar saya sayangkan dari LKMM-TD. Saya
selalu merasa optimis dan sependapat jika kebanyakan tugas yang diberikan dalam
program ini memiliki esensi dan manfaatnya masing-masing. Sangat setuju. Namun,
saya keberatan dengan yang satu ini. Alasan kalau nanti kita akan siap atau
tidak terkejut jika dosen meminta kehadiran kita segera, tidak mampu menjadi
landasan yang kuat untuk melakukan perintah tersebut. Menguji kehadiran,
ketepatan waktu, kekompakkan, dan kesigapan kita? Semua itu tidak bisa diukur
hanya dengan menyuruh seseorang datang sesegera mungkin dalam rentang waktu
yang singkat! Bukannya apa-apa, hanya saja kita tidak pernah tahu segala
kemungkinan yang bisa terjadi ke depan. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang
tidak diinginkan? Ketergesaan tidak akan bisa memberikan hasil yang baik, mohon
agar selalu diingat.
Kegiatan lain yang mulai saya jalani dalam LKMM-TD
adalah kegiatan berwirausaha. Memutar otak untuk menghasilkan keuntungan yang
berlipat-lipat dari modal yang diberikan. Kalau yang seperti ini tidak apa-apa,
justru sangat baik karena mendidik saya menjadi orang yang lebih kreatif,
bekerja keras, berani tampil, dan banyak akal. Terlepas nantinya apakah akan
berhasil atau tidak. Akan tetapi, beberapa hal kerap menjadi hambatan saya dan kelompok
dalam berjualan. Misalnya saja seperti bertabrakan dengan jadwal lain atau
berdekatan dengan masa Ujian Blok. Semua orang pusing ujian, pusing PKM, pusing
jualan, pusing ada di mana-mana, di dalam kepala, di langit-langit kampus, di
anak tangga, di wajah teman, bahkan di kolong meja. Rasanya ingin mengeluh,
tetapi semua orang juga sedang menghadapi hal yang sama. Kalau dipikirkan,
bahkan ada yang lebih parah, sehingga yang bisa kita lakukan hanyalah dengan
saling menguatkan, saling memberi dukungan, dan saling membantu. Di sinilah,
mungkin, kesadaran diri sangat berperan. Setiap individu harus bisa menyadari
perannya, apa yang bisa ia lakukan untuk membantu dan berkontribusi dalam
kelompoknya. Sebab, sebagai mahasiswa kita seharusnya sudah bisa dituntut untuk
cerdas dalam bertindak dan mengambil inisiatif sendiri. Tidak perlu menunggu
perintah atau bahkan mengharapkan orang lain untuk mengambil tindakan. Semua
orang ingin fokus, semua orang juga ingin istirahat. Namun, bagaimanapun tugas
tidak akan bisa selesai kalau tidak dikerjakan. Bersama-sama.
Komentar
Posting Komentar