LKMM-TD: Mendidik Karakter, Membangun Jiwa Kepemimpinan


NAMA                : NUR ATIKA
NIM                    : 1811111120012
KELOMPOK      : 3

LKMM-TD merupakan program di mana untuk kesekian kalinya kita diajarkan menjadi manusia yang disiplin, beretika, bertanggungjawab, dan saling bekerja sama. Kesan pertama yang timbul ketika mendengar kata LKMM-TD tentulah berkaitan dengan ketegasan, taat aturan, tugas yang menumpuk, hingga deadline yang sempit. Karena memang pada kenyataannya seperti itulah yang terjadi. Namun segala sesuatu yang tampak berat, bukan berarti buruk atau tidak bisa kita lakukan, bukan? Pada akhirnya, segala yang kita temui dalam LKMM-TD juga pasti akan kita hadapi dalam dunia perkuliahan selanjutnya. Lebih berat, dan bahkan lebih banyak lagi. Sehingga kalaupun kita tidak menghadapi LKMM-TD, kita juga akan tetap menemui tugas-tugasnya dalam realitas yang ada.
Ungkapan yang menyatakan bahwa ‘semakin manusia ditekan atau didorong mencapai batasnya, semakin ia mengeluarkan tenaga terbesarnya’ ternyata benar adanya. Kita akan lebih sibuk menyiapkan tugas dengan deadline esok hari, ketimbang menuntaskan tugas dengan batas waktu satu minggu. Di samping itu, tugas yang diberikanpun tidak semata-mata hanya tentang menulis esai, menggambar anatomi, atau menyusun terminologi. Lebih dari itu, semua tugas memiliki satu esensi yang sama, yakni bagaimana kita mampu berkoordinasi dan menyatukan pendapat dalam satu angkatan. Jujur sekali, tidak mudah menyatukan keinginan 96 kepala dalam sebuah keputusan yang bulat. Ketika satu hal sudah diambil, ada hal lain yang menjadi pertimbangan kemudian mengubah keputusan akhirnya. Tidak jarang ketika sudah setengah jalan, ada hal-hal lain yang berubah lagi. Ditambah, tidak semuanya kesembilanpuluh enam orang tersebut memiliki penafsiran yang sama atas suatu keputusan.
Itu adalah hal yang wajar, sangat manusiawi. Begitulah aturannya kehidupan dalam berorganisasi dan kerja tim. Berusaha memberikan ide/masukan, saling menegur, memberi dukungan satu sama lain, dan menanggung konsekuensi bersama-sama. Dari semua yang telah dilalui sejauh ini, semakin harinya semakin banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan. Meskipun pada realitanya, kita masih sering melakukan kesalahan-kesalahan. Progres untuk menjadi lebih baik itu memang tidak bisa dilihat secara cepat, perlu waktu dan penerapan yang panjang. Kita harus membiasakan diri untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Tidak hanya untuk menjaga nama baik FKG, tetapi juga untuk kemajuan diri kita sendiri. Tentu kita tidak bisa selamanya menjadi siswa yang manut dan senantiasa menunggu perintah. Kita bisa bergerak, berbuat sesuatu, atau mengambil inisiatif sendiri. Kita ini mahasiswa. Lebih tepatnya, mahasiswa FKG yang beretika. Cap itu sudah tertanam di dalam diri kita sejak pertama kali kita menjejakkan kaki di kampus FKG dan harus dipertanggungjawabkan sebaik mungkin. Karena kelak kita akan terjun di masyarakat, menjadi bagian dari mereka dan meneruskan cita-cita yang kita pangku selama ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmati Setiap Prosesnya

Kesusahan Akan Diakhiri dengan Kesenangan

Maaf, Saya Ingin Mengeluh Malam Ini