Manajemen Waktu


NAMA           : NUR ATIKA
NIM                : 1811111120012
KELOMPOK : NERVUS OKULOMOTOR

Tidur. Satu kata yang terus terngiang-ngiang di kepala saya. Tidak hanya di kepala, tetapi juga memberatkan kedua mata. Jika ditanya perubahan apa yang paling terasa dari menjadi mahasiswa kedokteran gigi, jawabannya adalah tidur. Sejak awal memasuki kuliah, saya merasa sudah kehilangan banyak waktu tidur. Pagi, siang, dan malam hanya memusatkan pikiran pada satu hal, yaitu tugas. Tidak bisa dipungkiri, ini memang tantangan baru yang harus mampu saya hadapi. LKMM-TD benar-benar membuat saya harus memutar otak untuk memgatur waktu sebaik mungkin agar semua tugas bisa diselesaikan tepat pada waktunya, di samping itu, saya juga bisa tetap beristirahat dengan maksimal.
Manajemen waktu menjadi aspek penting bagi saya sekarang. Sekali saja saya lalai, maka saya kehilangan kesempatan untuk mengerjakan satu tugas penting. Sayangnya, dalam memanajamen waktu sering kali jadwal yang sudah kita susun sebaik mungkin justru terbentur dengan jadwal atau waktu yang ditentukan orang lain. Hal tersebut yang acap menjadi kendala kita dalam menyusun pekerjaan. Kita harus mengatur ulang jadwal atau mengorbankan satu dua pekerjaan lainnya. Tentu itu bukanlah hal yang mudah. Terlebih ketika kita sudah menetapkan target untuk menyelesaikannya dalam jam tertentu. Saat seperti inilah seharusnya kita bisa belajar untuk lebih menghargai, baik itu waktu kita sendiri maupun waktu orang lain. Setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing, sehingga kita harus bisa memanfaatkan waktu bersama orang lain sebaik-baiknya.
Pelajaran lain yang saya dapatkan dari kuliah dan LKMM-TD sejauh ini adalah saya harus pintar-pintar menentukan mana prioritas dan mana yang urgen. Saya harus lebih bijaksana untuk memilah kegiatan apa yang memang baik dan perlu saya lakukan, dengan mana kegiatan yang hanya akan membuang waktu dan tenaga saya. Saya mengakui, pendidikan yang sedang saya tempuh sekarang memang menekan saya untuk mengubah diri. Proses adaptasi dengan lingkungan menjadi tidak terasa lagi karena setiap hari saya dan teman-teman bertemu, saling berbagi pendapat, dan memecahkan masalah bersama-sama. Kekompakan dan rasa setia kawan turut dijunjung tinggi dalam kedokteran gigi.
Jujur, saya tidak lagi memiliki bayangan mengenai apa yang akan saya hadapi selanjutnya. Sejak memulai program ini, saya selalu menanamkan dalam diri untuk berpikir positif, menjalani semua tugas yang ada dengan sepenuh hati, dan berupaya membentuk diri saya menjadi lebih dewasa. Terlepas dari kenyataan kalau sejauh ini tugas masih seringkali terjadi kesalahan. Saya sangat berharap ke depannya saya dapat benar-benar menunjukkan progres yang nyata. Setiap hal yang kurang akan terus menjadi koreksian bagi saya agar ke depannya saya bisa mengusahakan sesuatu yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, bimbingan dan kerja sama dari semua pihak sangat saya butuhkan dalam mencapai tujuan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmati Setiap Prosesnya

Kesusahan Akan Diakhiri dengan Kesenangan

Maaf, Saya Ingin Mengeluh Malam Ini